6 Kisah Sukses Wirausaha yang Inspiratif

Wirausaha atau entrepreneur memulai bisnis, mempekerjakan orang, dan menyediakan produk atau layanan kepada pelanggan. Terdengar gampang, kan? Tapi, dalam praktiknya, butuh banyak perjuangan.

Maka itu, hanya wirausahawan sejati yang berani menghadapi dan menaklukkan tantangan bisnis.

Selain itu, lihat sisi baiknya, “you love what you do”, Anda bisa melakukan apa yang memang Anda inginkan, menjalani passion dan melakukannya dengan cara Anda sendiri.

Tetapi, banyak yang masih bingung, bagaimana cara memulai bisnis itu? Satu-satunya cara memulainya adalah terus belajar dan mengasah skill yang dimiliki, dan langsung mulai bekerja. Seiring waktu, dari situlah ide, peluang, atau kemitraan muncul.

Nah, bagi Anda yang ingin berwirausaha dengan benar, berikut adalah beberapa kisah entrepreneur hebat yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya:

1. Susi Pudjiastuti.

Wanita kelahiran 1965 yang sempat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan ini merintis usaha di bidang perikanan dan penerbangan sejak dari nol.

Ia hanya lulusan SMP yang jeli melihat potensi daerah tempat tinggalnya, Pangandaran. Dengan modal hanya Rp 750 ribu dari menjual perhiasan, ia kemudian membeli ikan dari hasil pelelangan dan menjual lagi ke sejumlah restoran.

Tak cukup itu, ia kemudian menembus pasar ekspor ikan dan lobster. Karena kesuksesannya, ia juga mengembangkan bisnis penerbangan untuk mempermudah jalur distribusi pemasaran.

Susi membeli pesawat dari pinjaman bank untuk mengangkut hasil ikan yang kini berkembang sebagai maskapai komersial, Susi Air dengan rute darat dan charter masyarakat umum.

2. Reza Nurhilman.

Cerita sukses berwirausaha selanjutnya datang dari kota Bandung. Reza Nurhilman memulai bisnis keripik singkong pada pertengahan 2010 di usia 23 tahun dengan modal awal Rp 15 juta rupiah.

Ia bermitra dengan produsen keripik lokal di Bandung. Yang membuat bisnis keripik singkong Reza berbeda adalah strategi pemasaran yang menyasar media sosial, Twitter.

Ia mengatakan, wirausahawan harus berpikir “out of the box”, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual, sehingga produknya terkesan eksklusif.

Bisnis keripik singkong, Maicih hanya memberitatahu informasi lokasi penjualan melalui Twitter, dan pemasaran unik ini terbukti berhasil mencapai omset Rp 7 miliar per bulan. Luar biasa, kan?

3. Pierre Omidyar.

Sekitar 1995, seorang programmer komputer mulai melelang barang-barang di website pribadinya, AuctionWeb. Pada awalnya, ini benar-benar proyek pribadi.

Namun, ketika jumlah lalu lintas web dan pengunjung semakin membludak, Omidyar mulai berpikir ke arah bisnis internet.

Omidyar mengenakan sejumlah biaya kepada para pengguna websitenya. Dia kemudian mempekerjakan beberapa karyawan untuk menangani semua pembayaran. Siapa sangka, seiring waktu website ini sekarang dikenal dengan nama, eBay.

4. Howard Schultz.

Sepulang dari perjalanan wisata ke Milan, Italia, Howard Schultz terbersit suatu ide fantastis membuka kafe espresso kelas atas seperti yang banyak dijumpai di Italia.

Awalnya, ia kesulitan modal usaha. Namun, kemudian ia menggandeng bosnya pemilik toko kopi di Seattle agar mau membiayai usahanya. Tak diduga, bisnisnya ini sukses. Siapa sekarang yang tidak kenal Starbucks?

5. Konosuke Matsushita.

Di Jepang pada tahun 1917, Konosuke Matsushita adalah seorang pekerja magang berusia 23 tahun di Osaka Electric Light Company. Ia tidak memiliki ijasah apapun, dan hanya mengandalkan pengalaman otodidak di bidang kelistrikan.

Selepas kerja magang, Konosuke Matsushita kemudian membuat prototipe soket lampu di ruang bawah tanah rumahnya. Ia kemudian mengembangkan lampu sepeda bertenaga baterai dan produk elektronik lainnya.

Matsushita Electric, sebagaimana diketahui hingga 2008 ketika perusahaan tersebut resmi berganti nama menjadi Panasonic, kini bernilai $66 miliar.

6. Eric Yuan.

Eric Yuan datang ke Amerika dari China memiliki mimpi “American Dream” sama seperti pekerja imigran lainnya. Sayangnya, setelah mencoba mengajukan visa 8 kali, semua pengajuan tersebut ditolak.

Akhirnya, pada usaha yang kesembilan, visanya disetujui, tetapi prosesnya berlangsung dua tahun. Selanjutnya, sekitar 2012, ia bekerja untuk startup komunikasi Silicon Valley selama bertahun-tahun, Yuan mendirikan sendiri platfom komunikasi miliknya, Zoom.

Yuan mengatakan bahwa awalnya ia membuat Zoom karena sering terkendala jarak jika ingin bertemu dengan rekan kerja yang lain. Ia harus menempuh perjalanan kereta api 10 jam.

Sekarang, Zoom dipakai lebih dari 750.000 perusahaan di seluruh dunia agar tetap terhubung melalui konferensi video dan audio. Sehingga, orang bisa lebih mudah Work from Home atau bekerja secara remote di lokasi kantor berbeda.

--

Nah, dari beberapa kisah inspiratif di atas, terbukti nyata bahwa dunia ini penuh kemungkinan dan peluang tak terbatas.

Namun, waktu manusia sangat terbatas. Jadi, temukan apa passion Anda dan wujudkan impian bisnis Anda. Jangan sia-siakan waktu berharga Anda sekarang.

“Ideas are easy. Implementation is hard”, temukan apa passion Anda dan jalankan. Begitulah cara wirausahawan sejati untuk memulai bisnisnya.

Mayar sebagai solusi penagihan dan pembayaran modern, hadir untuk membantu dan mendukung bisnis Anda. Silakan coba GRATIS selama 30 hari, daftar di sini untuk membuktikan keunggulan fitur-fiturnya.