Headless Mayar dan Transformasi Cara Berjualan Online, Apa Itu Headless Commerce?

Headless Mayar dan Transformasi Cara Berjualan Online, Apa Itu Headless Commerce?

Anda mungkin sudah akrab dengan e-Commerce atau platform jualan online, tapi apakah Anda sudah mengenal headless commerce?

Sebenarnya, Anda mungkin sudah sering menjumpai berbagai aplikasi atau website yang memakai headless commerce. Hanya saja, tidak menyadari bahwa headless commerce sudah lumrah dipakai dalam kegiatan belanja online.

Jadi, apa itu headless commerce?

Headless commerce pada dasarnya menggambarkan pola teknis, di mana Anda memisahkan antara lapisan antar muka tampilan website, dengan laman backend.

Contohnya, aplikasi belanja online yang terdiri dari informasi produk, foto, video, tombol add-to-chart, dan semua navigasi yang Anda lihat, terpisah dari keseluruhan tampilan aplikasi.

Konsepnya hampir sama seperti teknologi yang disediakan layanan Cloud. Anda bisa menempatkan berbagai fitur dan fungsi satu per satu secara terpisah di atas aplikasi belanja online.

Apa manfaat headless commerce?

Pada intinya, ada dua manfaat utama dari headless commerce. Yang pertama, Anda bisa menjalankan aplikasi teknologi dasar yang sama di semua jenis perangkat. Misalnya, perangkat seluler dan perangkat desktop.

Hal ini sangat penting di masa sekarang, karena Anda tidak hanya memiliki satu website. Melainkan, Anda juga memiliki aplikasi seluler, dan website yang mudah dibuka dari tablet.

Headless commerce akan membantu memisahkan antara fungsionalitas dari antarmuka pengguna agar mudah diintegrasikan dengan berbagai fitur.

Kedua, Anda memiliki lebih banyak kebebasan dalam hal menciptakan pengalaman berbelanja yang luar biasa.

Katakanlah, konsep headless commerce mirip seperti ketika Anda sedang merancang rumah. Anda bebas membangun apa yang Anda inginkan, ketika Anda bebas menentukan luas ruangan, memindahkan tata letak ruangan, dan lainnya.

Tapi, kalau Anda sudah memasang dinding dan pintu, tentunya Anda sudah tidak bisa lagi mengubah luas ruangan lagi, kan?  Nah, fleksibilitas inilah yang coba ditawarkan oleh headless commerce.

Bagaimana headless commerce membantu meningkatkan pengalaman belanja konsumen?

Sejak 2010, perilaku konsumen mulai berubah. Konsumen ingin pengalaman belanja terbaik yang mudah diakses dari smartphone.

Di sisi lain, bisnis commerce skala besar juga harus memenuhi permintaan pasar yang cepat berubah. Kalau website atau aplikasi penjualan online hanya dibangun dengan algoritma dan struktur yang menyatu, tentunya akan menyita banyak waktu ketika ada perubahan atau modifikasi.

Bisnis commerce harus siap meningkatkan fungsi fitur-fiturnya setiap saat. Dengan headless commerce, bisnis e-Commerce bisa memisahkan fungsionalitas satu sama lain. Sehingga, ketika ada perubahan fitur di aplikasi, tidak akan mempengaruhi tampilan website secara keseluruhan. Aktivitas belanja online tetap bisa dilakukan seperti biasa, karena fitur bisa dibangun secara terpisah dengan headless commerce.

Memiliki arsitektur headless commerce, memberikan bisnis Anda fleksibilitas untuk bekerja di semua jenis perangkat dan model bisnis. Layanan headless commerce, membuat Anda bisa mengembangkan aplikasi e-Commerce secara mandiri dan membuat perubahan dengan leluasa.

Misalnya, tim katalog produk bisa membuat perubahan secara terpisah dari tim pengelola keranjang belanja. Akses teknologi Cloud memastikan bisnis e-Commerce yang dijalankan memiliki skalabilitas dan fleksibilitas tinggi.

Contoh Pentingnya Impelementasi Headless Commerce

Perubahan dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, membuat headless commerce sebagai solusi untuk menanggapi semua trend dan permintaan konsumen yang cepat berubah.

Dan seringkali pelanggan tidak memberi tahu bisnis apa yang mereka inginkan, mereka hanya beralih atau berpaling ke kompetitor yang dianggap lebih cocok.

Ada contoh yang sangat bagus dari platform Best Buy. Awalnya, mereka ingin memindahkan tombol “Add-to-cart” dari satu sisi halaman ke sisi lain. Karena, dari riset dikatakan bahwa hal ini dapat meningkatkan konversi penjualan.

Selanjutnya, tim BEST BUY memindahkan tombol tersebut dan membutuhkan waktu sampai 6 bulan. Parahnya lagi, mereka menyewa banyak programmer, desainer, analis, bahkan menghabiskan waktu lebih dari USD 1.000.000.

Tetapi, apa hasilnya? Banyak konsumen Best Buy yang kecewa dan berpaling ke website AMAZON. Di saat yang sama, Amazon sudah memperluas pangsa pasar dan meningkatkan pengalaman belanja konsumen.

Dari kasus tersebut, perlu disadari bahwa ada banyak hal yang terkadang harus diubah. Tapi, kenali dulu secara detail apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Contohnya, Anda bisa membangun aplikasi e-Commerce manufaktur robot, di mana API bisa disematkan dalam hitungan menit. Jadi, perdagangan berjalan otomatis antar sistem. Termasuk menghitung harga, membuat pesanan, menyediakan produk, pengiriman, dan sebagainya.

Setelah Anda memiliki platform headless commerce, dan Anda menerapkan semua logika dan fungsionalitas itu. Hebatnya lagi, headless commerce dapat dipakai di hampir semua jenis model bisnis.

Headless Commerce Mendukung Strategi Digital Bisnis

Pada 2020, penjualan e-Commerce meningkat hingga 77% selama pandemi. Semakin banyak orang berbelanja online, dengan generasi Z yang mendominasi pasar hampir 40%.

Headless commmerce adalah kunci penting untuk memisahkan frontend dari aplikasi backend. Kode backend tidak lagi terhubung ke “kepala/ head” atau lapisan tampilan website. Sehingga, arsiktektur website atau aplikasi e-Commerce berjalan lebih fleksibel. Memungkinkan Anda untuk mengubah sewaktu-waktu, tanpa harus menghentikan operasional penjualan online.

Strategi headless commerce memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan website yang dibangun dengan CMS tradisional. Berikut di antaranya:

1. Peningkatan SEO dan performa lebih cepat.

Dengan headless commerce, Anda bisa merilis pembaruan baru tanpa harus menghentikan operasional platform. Kinerja website lebih mulus, efisien dan cepat,

Jika ada perubahan teknis, cukup dilakukan di bagian yang ingin diubah tersebut. Tanpa harus menghentikan keseluruhan platform. Sebab, semua bagian arsitektur headless commerce sudah dibangun secara terpisah.

2. Menambah loyalitas brand

Spesialis SEO, Neil Patel mengatakan bahwa 40% orang meninggalkan situs web yang ketika dibuka sangat lamban atau lebih dari 3 detik.

Page Rank Google bergantung pada waktu pemuatan halaman untuk skor yang lebih tinggi, sehingga kecepatan yang lebih cepat ini akan meningkatkan SEO Anda.

3. Fleksibilitas tinggi

Headless commerce akan memisahkan sistem frontend dan backend, agar Anda bisa memiliki fleksibilitas tinggi untuk membangun berbagai konten, desain, template, dan fitur lainnya.

Fleksibilitas tidak hanya mencakup opsi tata letak dan desain website. Melainkan, API yang kuat memungkinkan arsitektur lebih fleksibel dengan semua sistem yang ada.

Programmer Anda bisa membuat perubahan cepat, dan berinovasi dengan mudah tanpa mengubah seluruh platform eCommerce Anda.

4. Keamanan terjamin

Solusi headless commerce seperti Mayar, menyediakan lingkungan Saas dengan infrastruktur yang sederhana, namun keamanan terjamin lebih ketat.

Meskipun tidak ada sistem yang 100 persen aman, platform headless commerce memastikan bahwa setiap data pelanggan benar-benar terpisah satu sama lain, mencegah kemungkinan satu pelanggan secara tidak sengaja mengakses data lain—sesuatu yang dapat terjadi di lingkungan Saas.

5. Kebebasan custom

Programmer atau pengembang aplikasi dapat menciptakan pengalaman berbelanja, sambil menjaga arsitektur backend tetap berjalan mulus.

Tim pemasaran akan dapat membuat promosi, melakukan merchandising, dan terhubung ke data eCommerce untuk analisis yang mudah dan cepat daripada CMS tradisional. Dan pelanggan bisa melakukan pembelian di mana pun mereka berada.

Headless Mayar Ada Disini, Permudah Integrasi API Ritel

Jika Anda ingin membangun e-Commerce yang trend-proof, sangat penting menerapkan headless commerce demi masa depan bisnis penjualan online.

Headless Mayar dilengkapi kemudahan integrasi fitur Headless Commerce yang terpisah antara frontend dan backend. Memungkinkan Anda menjual produk di berbagai platform, seperti website, mobile, IoT, VR, AR, Kiosk, dan lainnya, tanpa pusing memikirikan integrasi back-end, manajemen stok produk, manajemen data pelanggan, order, dan pembayaran.

Kelola produk, data pelanggan, order dan pembayaran dalam satu plaftorm tanpa perlu pusing soal integrasi dan maintenance API.

Bahkan, Headless Mayar menggunakan GraphQL API yang dapat anda pasangkan dengan berbagai teknologi front-end seperti React, Next, Vue dan lain sebagainya. Butuh info lebih lanjut atau ada pertanyaan terkait Headless Mayar? Kontak segera melalui bantuan@mayar.id.

Contoh Penerapan Headless Mayar dengan API